Friends

For someone who doesn’t believe in such things as friends, I sure write a lot about it, eh? Haha.

Yea, I don’t believe in such things as friends/bestfriends. Menurut gw, kata “teman” sekarang itu cuma formalitas aja. Nothing’s true these days. Ga ada lagi yang bisa dipercaya.  Pada kenyataannya, it’s everyone for theirselves out there. Bahkan ga jarang ada backstabbing segala. *Ouch* (Yeah I’ve been there. Trust me, it hurts like hell *like I know what hell’s like. LOL*)

Lagipula, emangnya apa sih teman itu? Apa sih sahabat itu??

Orang yang menyukai hal-hal yang sama kayak kita kah? Orang yang sependapat sama kita kah? Bagaimana dengan sahabat? Orang yang kita percayai sepenuhnya kah? Orang yang selalu ada buat kita kah?

Entahlah. Ada yang mau coba mendefinisikan? Silakan..

To me, as a part of our lives, friendship works very mysteriously, just like life itself. Gimana kita yang tadinya ga kenal, lama-lama bisa deket, berteman, bahkan bersahabat. Kata orang, pertemanan/persahabatan itu ga mudah didapet. Dan kalau udah didapet, lebih susah mempertahankannya (dan ini menurut gw emang bener banget). Tapi, begitu aneh pula, persahabatan itu terjalin tanpa kita sadari. Entah itu karena pemikiran yang sama, hobi/interest yang sama, atau mungkin cuma karena kita ngerasa nyaman aja kalo bareng2. Tau2 kita udah nempel aja bareng2. Udah klop. Tapi terkadang juga, walaupun kita udah ngerasa klop banget sebagai teman/sahabat, hal-hal yang tadinya menyatukan kita, justru bisa jadi yang memecah belah persahabatan.. (Ngerti ga maksudnya? Yah, cerna sendiri aja deh.. ;p)

Jadi, kembali lagi..karena apa sih kita berteman/bersahabat?

Waktu itu, gw pernah dapet SMS dari seorang teman, *yes, honestly I haven’t YET consider her as a bestfriend, just an ordinary colleague, that’s all. But I agree on what was written in her text, altough it seem to be a forwarded chain message ^^;* isinya kurang lebih gini.. “Jika kamu bersahabat denganku karena kepribadianku, sungguh aku sangat banyak memiliki kekurangan. Jika kamu bersahabat denganku karena apa yang kumiliki, sungguh aku tidak punya apa-apa. Jika kamu bersahabat denganku karena kita sependapat, sungguh tidak selamanya kita sependapat. . . . Tetapi jika kamu bersahabat denganku karena Allah, semoga Allah Meridhai persahabatan kita.” Bla bla bla gw lupa tepatnya gimana pokoknya intinya kurang lebih kayak gitu.

Ya, seharusnya kita bersahabat karena Allah. Bukan karena hobi, interest, bukan karena sependapat, dan lain sebagainya. Karena ALLAH. Allah yang Mempertemukan kita, juga Memisahkan kita.

Tapi..apa sih sebenernya hakikat ‘bersahabat karena Allah’? Berapa banyak sih orang-orang yang bersahabat bener-bener murni semata-mata hanya karena Allah? Bukannya gimana2 ya, tapi yaa realistis aja lah. Ga banyak, kan? ..Mungkinkah karena itu banyak persahabatan yang ga last forever? Atau banyak persahabatan yang bertahan lama, tapi tetep aja semu? Entahlah.

Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati
Buat menemani perjuangan suci..

Teman Sejati - Brothers

Yeaa, orang kayak gw, dengan kepribadian begini, susaah banget dapet yang namanya sahabat (gimana ga susah nyari sahabat, ngomong sama orang aja susah! ^^; ) Berani2nya ngomong kayak gitu? Hahaha. Maaf ya. Entah gw pengen menyadarkan diri sendiri, atau menyadarkan orang2 bahwa mungkin persahabatan yang mereka jalin itu semu. Maybe they’re just faking it? Who knows. Lagipula, bukankah di dunia ini emang (hampir) ga ada yang “nyata”? Ga ada yang sejati. Emang nothing lasts forever kan? Hanya Allah Yang Maha Kekal.

Anyway, maybe I really don’t believe in such things as friends anymore. (Eh tapi jangan salah ya, walaupun gw loner, gw kan tetep mahluk sosial. I still have friends, though, literally.) Tapi bagaimanapun juga, gw pengen ngucapin banyak TERIMA KASIH buat temen-temen gw, sahabat gw, di mana pun kalian berada. Kalian yang mungkin pernah menganggap gw teman atau sahabat, kalian yang mungkin pernah gw anggap teman atau sahabat.. Kalian yang pernah mengisi hari-hari gw dan membuat hidup gw jadi terasa lebih nyaman  dan menyenangkan. Thank you very much, friends. Really. Tanpa kalian, gw bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Tanpa kalian, mungkin gw ga akan berada di sini.

THANK YOU.

Advertisements

5 thoughts on “Friends

  1. Yea, I don’t believe in such things as friends/bestfriends. Menurut gw, kata “teman” sekarang itu cuma formalitas aja
    >>hmm kasian juga ya, ampe segitunya… fortunately I have found my true friends or my best friends

  2. iya daku pernah dibikin sakit hati banget sih miss. tapi bukannya daku ga punya temen loh! daku kan social loner, hehe.. lagipula yang mikir “kata ‘teman’ itu cuma formalitas aja” bukan cuma daku doang koq..
    tapi iya ah, ga ada orang yang bener2 bisa dipercaya jaman sekarang.. kalopun ada, yaah cuma dikit banget.

    anyway you’re always positive sih miss! jadinya mau gimana juga nyantai aja.. I can’t be as positive as you..yet! hehe..

  3. fortunately, I have a lot of them that I can trully trust. Biasanya sih teman sekolah…jarang yang dr kerjaan. yang dr kerjaan umumnya cuma ‘teman’, kalo bestfriends tuh yang dah bertahan bertahun2. daku punya sahabat dr SMP n SMA, sampai sekarang qt masih suka ketemu n bahkan daku sering pake creditcardnya (hehehe saking saling percayanya).

    Seperti kata Sauro “go find your friends, no one is to be born alone in this world!!”

  4. yaampun sampe make creditcard segala.. hahaha.
    good for you deh, miss..

    haha.. yeah..

  5. […] seperti yang udah pernah gw tulis di posting Friends, teteplah kita seharusnya bersahabat karena […]

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s