Dudukan Toilet Swa-bersih dan Bebas Bakteri: Toilet Kotor? Tidak Lagi!

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar orang enggan menggunakan toilet umum karena faktor kebersihannya. Apakah Anda termasuk salah satunya?

Toilet sebagai fasilitas umum merupakan salah satu tempat yang paling banyak menularkan kuman, terutama melalui dudukan toilet. Pada sebuah penelitian, ditemukan setidaknya 21 jenis bakteri dan 2 jamur di area tersebut. Bakteri dan jamur ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari infeksi kulit seperti gatal-gatal dan bintik-bintik merah (jerawat/bisul), hingga infeksi saluran kemih, yang terutama disebabkan oleh bakteri E. coli. (Suciati, 2008)

Untuk mengurangi resiko penyebaran kuman, sebagian orang menggunakan toilet duduk dengan cara penggunaan toilet jongkok dan menginjak dudukan toilet, bahkan tanpa melepas alas kaki, sehingga tak jarang ditemukan bekas-bekas alas kaki atau bahkan tanah/lumpur pada dudukan toilet, yang membuat dudukan toilet semakin kotor dan membuatnya terlihat menjijikan.

Salah satu cara menyiasati masalah ini di antaranya dengan melapisi dudukan toilet menggunakan kertas/tisu pelapis khusus untuk dudukan toilet. Namun, tidak semua toilet umum menyediakan kertas/tisu pelapis untuk dudukan toilet, bahkan terkadang tidak ada tisu gulung sekalipun. Adapun cara lainnya adalah dengan memanfaatkan dudukan toilet dengan berbagai macam teknologi bersih yang telah beredar di pasaran; seperti toilet dengan cairan disinfektan, toilet yang diintegrasikan dengan gulungan lapisan pelapis, hingga toilet dengan mekanisme pembersihan otomatis secara elektronik. Namun, dudukan toilet dengan teknologi tersebut relatif mahal, sehingga belum dapat digunakan secara massif, apalagi di toilet umum. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain yang lebih mudah dan murah untuk mengatasi masalah kebersihan dan kehigienisan di toilet umum, khususnya pada dudukan toilet.

Kini, Anda bisa segera mengurangi kekhawatiran Anda dalam menggunakan toilet umum. Dengan teknologi fotokatalisis, resiko penyebaran kuman di toilet -khususnya dari dudukan toilet- bisa jauh dikurangi, dan tingkat kebersihan toilet akan lebih terjamin!

Teknologi fotokatalisis merupakan teknologi terintegrasi yang melibatkan reaksi kimia yang dibantu oleh adanya cahaya dan material katalis. Salah satu katalis yang umum digunakan adalah titania atau titanium dioksida (TiO2), yang tidak bersifat racun sehingga aman dan ramah lingkungan. Katalis ini dapat dilapiskan di berbagai media, di antaranya kaca, keramik, dan polimer (plastik). Fotokatalis titania dapat membunuh bakteri dan mendegradasi (menghancurkan) senyawa organik dengan sifatnya yang radikal. Reaksi fotokatalis tersebut juga dapat membuat suatu media memiliki kemampuan self-cleaning (swa-bersih), di mana ia dapat membentuk lapisan air yang sangat tipis pada permukaan, sehingga kotoran tidak dapat menempel pada permukaan.

Bagaimana fotokatalisis bekerja. Lapisan fotokatalis dapat mendegradasi polutan, dan dapat membentuk lapisan tipis air sehingga kotoran tidak dapat menempel pada permukaan.

Dalam upaya penerapan teknologi fotokatalisis untuk meningkatkan kualitas kebersihan toilet, telah dilakukan penelitian skala kecil untuk membuat produk dudukan toilet swa-bersih dan anti bakteri di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Slamet, M.T. selaku Dosen Ahli Fotokatalisis Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia.

Digunakan potongan dudukan toilet sebagai model penelitian.

 Sebagai model penelitian, toilet berbahan polipropilen dipotong menjadi beberapa bagian berukuran ± 5 x 5 cm dan salah satunya dilapisi dengan fotokatalis TiO2. Pengujian dilakukan dengan dua tahap, yang pertama uji kemampuan swa-bersih dengan tanah/lumpur, dan yang kedua uji kemampuan degradasi dengan methylene blue.

Untuk uji kemampuan swa-bersih, potongan dudukan toilet biasa dan potongan dengan fotokatalis, keduanya dikotori dengan tanah/lumpur, didiamkan beberapa saat, lalu disemprot dengan air. Hasilnya, terlihat bahwa yang dilapis fotokatalis lebih bersih daripada yang tidak dilapis!

Potongan dudukan toilet dengan fotokatalis (kiri) dan tanpa fotokatalis (kanan).

Untuk pengujian kedua, karena beberapa kendala, uji kemampuan anti-bakteri belum dapat dilakukan. Sebagai gantinya, dilakukan uji kualitatif dengan menggunakan pewarna methylene blue. Bahan ini digunakan untuk uji kemampuan degradasi, karena mekanisme fotokatalis untuk membunuh bakteri serupa dengan mekanisme untuk mendegradasi senyawa organik, yaitu dengan radikal hidroksil. Pengujian dengan cara ini juga lebih mudah, karena hasilnya terlihat jelas secara visual. Selain itu, methylene blue termasuk salah satu polutan yang sangat sulit didegradasi, oleh karena itu jika fotokatalis terbukti mampu mendegradasi senyawa ini, maka tentunya membunuh bakteri pun bukan masalah.

Pada uji kemampuan degradasi ini, diteteskan methylene blue pada potongan dudukan toilet biasa serta potongan dengan fotokatalis, dan keduanya dijemur di bawah sinar matahari. Hasilnya, methylene blue terdegradasi pada potongan yang dilapis fotokatalis, ditandai dengan warna biru yang telah memudar, sedangkan pada potongan yang tidak dilapis, warna tidak hilang.

Potongan dudukan toilet tanpa fotokatalis (kiri) dan dengan fotokatalis (kanan).

Dengan demikian, fotokatalis terbukti mampu menghilangkan warna dari senyawa yang sulit terdegradasi, tentunya membasmi bakteri pun bukan masalah. Dengan fotokatalis pula, kotoran yang menempel pada dudukan toilet lebih mudah dibersihkan; tidak perlu mengelap atau menggosok, cukup dengan semprotan/siraman air saja.

Penerapan teknologi fotokatalisis pada dudukan toilet swa-bersih (self-cleaning) dan anti bakteri ini tergolong mudah dan murah, karena tidak diperlukan banyak modifikasi pada toilet ataupun manufaktur/pembuatan dudukan toilet baru; teknologi ini bahkan dapat diaplikasikan pada dudukan toilet yang telah didistribusikan pada konsumen. Hanya perlu lapisan fotokatalis pada dudukan toilet, tanpa perlu menggunakan daya listrik, tanpa perlu melakukan isi ulang apapun, dudukan toilet Anda akan tetap bersih dan higienis. Selain itu, teknologi ini juga dapat diaplikasikan pada bagian toilet lainnya, seperti pada wastafel atau dinding dan lantai toilet.

Adapun kemampuan teknologi fotokatalisis pada dudukan toilet ini dapat dan perlu ditingkatkan lagi sebelum dikomersialkan, di antaranya dengan memodifikasi fotokatalis agar dapat bekerja tanpa cahaya matahari, bahkan dalam pencahayaan remang sekalipun. Juga dapat dikombinasikan dengan adsorben seperti zeolit atau karbon aktif agar dapat menangkap bau, sehingga mengurangi bau di dalam toilet.

Singkatnya, dengan penerapan teknologi fotokatalisis pada dudukan toilet, dudukan toilet menjadi lebih bersih dan resiko penyebaran kuman melalui dudukan toilet dapat dikurangi. Penerapan teknologi ini pada produk dudukan toilet pun relatif mudah dan murah, sehingga fasilitas toilet umum yang bersih, higienis, dan tidak bau pun bukan lagi sekedar mimpi!

Advertisements

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s