Research Frenzy

April almost ends. I’m officially freaking out.

Oke fix gue bikin ini blog jadi jurnal penelitian gue.. Secara gue agak males ngisi logbook penelitian secara rapi dan runtut, jadilah gue curhat secara random tentang penelitian di sini aja. Bisa cerita segala macem ampe ngalor-ngidul juga ga masalah, tapi bisa bikin gw tetep in track dengan timeline penelitian gue. Di post pertama ini kayaknya gue cerita ringkasnya aja tentang penelitian gue sejauh ini..

Dan saat ini gue lagi bingung. Panik. Frustasi.

Sampe detik post ini di-publish, gue masih belom dapet data resmi penelitian buat skripsi! *JREEEE~NG* #kayang

Continue reading “Research Frenzy”

Not Looking Back?

Jadi, semua ini dimulai ketika beberapa waktu yang lalu gue menghubungi teman lama untuk keperluan penelitian. Ada bahan penelitian yang cukup khas jadi agak susah didapetin.. Makanya gue nyari kampus yang kira-kira berhubungan sama bahan itu. Kebetulan kampus-kampus tersebut jaraknya jauh-jauh banget dari Jakarta.. Jadi gue cari yang paling deket, dan yang kira-kira gue ada kenalan.

Terus, gue keingetan, kayaknya temen gue ada deh di kampus ini yang kuliahnya nyerempet-nyerempet bidang itu.. Jadilah, gue buka Facebook.

Yeah, thank God (and Zuckerberg?) there’s Facebook.

Ternyata bener, jurusannya dia agak-agak masih berhubungan sama bidang yang gue cari. Tapi, di profil FBnya ga dicantumin no.kontaknya.. Seinget gue, gue nge-follow Twitter dia, walaupun nyaris ga pernah ngobrol juga disana. Akhirnya gw pun ngehubungin dia lewat Twitter.

Yeah, thank God and the inventors of popular social networking sites.

Continue reading “Not Looking Back?”

Tragedi Apa yang Kausebut Persahabatan Sejati…

Coba kau ulang namanya, orang-orang yang kausebut teman tuk jiwa. Lalu, telusuri sejarah pertama kali kau jumpa. Rekam jejak perjalanan. Hingga akhirnya kau membuatkan satu ruang dalam hati. Khusus untuk mereka. Menyebutnya sebagai sahabat. Saudara. Mungkin lebihi ikatan darah semacamnya.

Kini, ajukan satu pertanyaan untuk dirimu. Tak perlu verbal, jawab saja setulus agar tak ambigu. Untuk alasan apa, sebenarnya, nama-nama itu demikian istimewa? Demikian berarti di relung qolbu?

Tentu, semua orang punya alasan. Dan, memang itu yang kita tengah perbincangkan. Tentang alasan yang dipakai untuk menggodok keputusan. Sebab, perkara yang dibahas bukan sembarang.

Tidak tahukah dirimu Islam amat menggarisbawahi persahabatan? Jika di luar sana, ada bagian manusia menjunjung tingginya, dalam dien ini, kata itu jauh lebih bermakna. Sehingga, walau diksinya sama, tidak sama cara memprosesnya.

Sehingga, perhatikan… kembali ke pertanyaan. Untuk apa kau menyebut seseorang sebagai teman?

Continue reading “Tragedi Apa yang Kausebut Persahabatan Sejati…”

Mengapresiasi Prestasi

Gue nulis ini bukan berarti gue udah berprestasi atau apa, heck, bahkan jadi mapres (mahasiswa berprestasi) aja ga pernah. Gue nulis ini justru sebagai orang yang salut pada mereka yang udah berprestasi.. dan bagaimana menurut gue seharusnya prestasi mereka diapresiasi.

Continue reading “Mengapresiasi Prestasi”

The Raid

Directed by: Gareth Evans
Produced by: Ario Sagantoro
Written by:  Gareth Evans
Starring: Iko Uwais, Joe Taslim, Donny Alamsyah, Yayan Ruhian, Pierre Gruno, Tegar Setrya, Ray Sahetapy

Gue jarang nonton film terus berkomentar filmnya bagus, tapi sekalinya gue nonton The Raid, gue bisa langsung berkomentar kalo film ini bagus. Banget.

Mengingat ini film Indonesia.. Tunggu, ga usah mikir di kalangan perfilman Indonesia deh, bahkan mau dibandingin sama film Kungfu Cina atau Blockbuster Amerika pun, ini bener-bener film yang luar biasa. Oke mungkin gue agak telat ya nonton dan ngereviewnya dibanding orang-orang yang udah heboh dari kapan tau, tapi bodo amat, film keren kayak gini harus gue review!

Continue reading “The Raid”