Somewhere I Belong

Abis bongkar-bongkar lemari nyari sesuatu (yang belum juga ketemu), gw malah nemu hasil psikotest gw sekitar 4 tahun yang lalu (Disitu tertanggal November 2007). Kalo menurut hasil psikotest itu, gw direkomendasikan untuk kuliah di jurusan Teknik Elektro, Arsitektur, atau Desain Komunikasi Visual. Dan akhirnya, sekarang gw adalah mahasiswi tingkat akhir di jurusan…. Teknik Kimia.

Jauh. Banget. (-___-)

Yahh..paling deket sih masih ada bau-bau ‘teknik’nya -___- Ga usah tanya kenapa gw sampe nyasar di Teknik Kimia. Pokoknya jangan. Oke gue kasih clue dikit: Takut kualat. Get the idea?

Terus gw jadi keingetan kata Mbak Rizka G. Miranti, HR Analyst dari Hess Indonesia pas Workshop tentang Job Interview. “Pengen tau apa bakat dan minat kerja kamu? Gampang, ikut psikotest. Psikotest itu cerminan diri kamu. Hasil psikotest kamu 5 tahun lalu ga bakalan beda jauh sama hasil psikotest kamu sekarang.” Kira-kira gitu katanya.

Ngeliat hasil psikotest gw tahun 2007 itu, gw jadi mikir. Apa iya masih sama ya? Selama kuliah ini kayaknya skill ‘keteknikan’ gw ga begitu berkembang.. (Mungkin karena kuliah dalam perasaan ga minat dan tertekan -__-) Apa iya gw masih cocok di ketiga jurusan itu? Bahkan gw coba tes ulang di mypersonality.info, visual/spatial skill gw berkurang drastis.. T^T

Apa jangan-jangan gw udah menyia-nyiakan ‘bakat’ gw yang seharusnya bisa dikembangkan di ketiga jurusan tadi, dengan justru masuk jurusan Teknik Kimia? :facepalm

Dan jadi mikir lagi.. Terus ntar kalo udah lulus mau ngapain? :doublefacepalm

Oke cukup dulu galaunya, yang penting penelitian beresin dulu dong Nadhilaaa~! :triplefacepalm

Advertisements

One thought on “Somewhere I Belong

  1. InsyaAllah banyak hikmahnya Dhil :)
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S. 2:216).

    Mungkin di masa depan, Dhila bs bekerja di bdg IT mskipun background nya engineering. Atau kendali proses.
    Waktu UI career expo dulu, ada satu perusahaan yg nawarin gw utk masuk, perusahaan ini berbasis IT. Waktu ditanya dari jurusan apa, gw bilang Teknik Kimia (of course, sama sekali ga nyambung), tapi org tsb bilang : “Mba tertarik ga kerja di IT?”. Well, karena gw ga jago di IT ya gw bilang aja, makasih Pak.

    Terus, waktu kuliah etika sama Pa Raldi, ilmu engineering yg kepake waktu kerja itu cuma 20%, sisanya, 80% kita harus belajar lagi. Intinya, kita harus husnuzhon, berbaik sangka, insyaAllah dg ridhonya orang tua ke kita, Allah akan membukakan jalan.

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s