Tragedi Apa yang Kausebut Persahabatan Sejati…

Coba kau ulang namanya, orang-orang yang kausebut teman tuk jiwa. Lalu, telusuri sejarah pertama kali kau jumpa. Rekam jejak perjalanan. Hingga akhirnya kau membuatkan satu ruang dalam hati. Khusus untuk mereka. Menyebutnya sebagai sahabat. Saudara. Mungkin lebihi ikatan darah semacamnya.

Kini, ajukan satu pertanyaan untuk dirimu. Tak perlu verbal, jawab saja setulus agar tak ambigu. Untuk alasan apa, sebenarnya, nama-nama itu demikian istimewa? Demikian berarti di relung qolbu?

Tentu, semua orang punya alasan. Dan, memang itu yang kita tengah perbincangkan. Tentang alasan yang dipakai untuk menggodok keputusan. Sebab, perkara yang dibahas bukan sembarang.

Tidak tahukah dirimu Islam amat menggarisbawahi persahabatan? Jika di luar sana, ada bagian manusia menjunjung tingginya, dalam dien ini, kata itu jauh lebih bermakna. Sehingga, walau diksinya sama, tidak sama cara memprosesnya.

Sehingga, perhatikan… kembali ke pertanyaan. Untuk apa kau menyebut seseorang sebagai teman?

Continue reading “Tragedi Apa yang Kausebut Persahabatan Sejati…”