Life = Choices

Makin ke sini, kata-kata “hidup adalah pilihan” semakin mulai masuk akal..

Umur-umur segini, masa-masa kayak gini, sulit buat ga ngebahas soal masa depan. Being in early 20s, last semester in university.. Just can’t help thinking, “What am I gonna do after I graduate?”

Oh boy, sometimes I really don’t like this kind of talk, but some other times I think deeply about it that I enjoy it.

Gue jadi inget sekitar satu setengah bulan yang lalu, gue ngomongin kurang lebih kayak gitu sama temen gw, sebut saja KW. Awalnya ngomongin beberapa orang temen seangkatan yang udah lulus dan sekarang udah kerja / bentar lagi dapet kerja. Terus jadi kepikiran juga kita sendiri ntar gimana. Si KW nanya, “Lo ntar kalo kerja mau ngejar pekerjaan yang lo pengen, apa tergantung yang dapetnya aja dimana, Dhil?”

Honestly, I haven’t really thought about it.

Terus dia cerita… Beberapa waktu lalu dia sempet ngobrol sama salah satu senior, sebut saja RM. Katanya, kalo udah lulus, makin ke sini lo makin bisa memaklumi pilihan orang.. Awalnya gue ga ngerti maksudnya gimana, tapi terus gue mulai nyambung juga. Emang ketika kita lulus, masuk dunia kerja, dunia nyata.. Kita sadar, banyak banget hal yang sangat jauh dari ideal. Apa yang kita temui nanti bisa sangat jauh dari bayangan/ekspektasi kita. Di saat itulah, kita mungkin memilih untuk melakukan hal yang berbeda.

Dan ya, gue pun tersadar, bahwa memang hidup adalah pilihan. Semua orang punya pilihan untuk ngejalanin hidupnya. Dan kita selayaknya harus menghormati pilihannya itu.

Contohnya sederhananya gini. Misalnya ada seorang engineer yang lulus pendidikan tinggi, punya ilmu luas, soft skill dan hard skill oke.. Tapi kok tau-tau dia justru jadi pedagang? Malah buka toko/jasa apa gitu.. Bukan berarti dia ga kompeten untuk masuk perusahaan minyak, consumer goods, dll kan? Bisa aja dia masuk perusahaan terkenal, jadi engineer yang handal, langsung melesat jadi CEO.. (Super ngarang, haha namanya juga contoh) Tapi malah jadi wiraswasta.

Yah, itulah. Dia telah memilih.

I finally realized it’s true.. Life is about the choices we make. Kita selalu punya pilihan. Dan setiap pilihan, ada konsekuensinya. Gue ga tau apakah ada yang namanya pilihan salah atau pilihan benar. Yang pasti, semua pilihan ada konsekuensinya. Ada pilihan yang konsekuensinya lebih berat dan sulit dari pilihan lainnya, tapi bukan berarti pilihan itu adalah pilihan yang salah, kan?

Misalnya aja ketika lo mau masuk kuliah jurusan tertentu, tapi orang tua lo ga setuju, mau dijelasin kayak gimana juga ortu tetep ngotot supaya lo masuk jurusan yang mereka mau. Seandainya memang lo akhirnya milih untuk mempertahankan pilihan lo, bisa/ga bisa meyakinkan ortu untuk itu, ya hebat, berarti lo bener-bener punya nyali dan tekad yang kuat untuk memperjuangkan apa yang lo yakini. Tapi seandainya lo akhirnya ngikutin apa kata orang tua, itu pun bukan berarti karena lo “ga punya pilihan”. Memang ridha Allah itu dari ridha orang tua. Jadi seandainya akhirnya lo ikutin apa kata orang tua, itu pun berarti lo udah memilih kok, memilih untuk taat pada orangtua.

Atau contoh lain yang lebih ekstrem (dan agak idealis), misalnya ketika kerja atasan lo nyuruh ngelakuin perbuatan curang (entah apapun itu) demi nama baik perusahaan, dan kalo ga mau ngerjain hal tersebut, lo bisa dipecat, di-blacklist, dan reputasi lo ancur. Bisa aja karena itu lo nurut sama perintah atasan dan bilang “Gue ga punya pilihan”. Tapi kata siapa lo ga punya pilihan? Bisa aja lo memilih untuk bertahan dengan prinsip lo, meskipun dengan konsekuensi dipecat dari kerjaan dengan reputasi yang ancur. Memang, konsekuensinya lebih berat daripada memilih nurut perintah dan bisa mempertahankan pekerjaan. Tapi pilihan pertama pun bukan tanpa konsekuensi. Kalo lo milih nurutin perintah bos, apa nurani lo ga terganggu dengan perbuatan curang itu? Apa lo yakin, meskipun saat itu lo bisa pertahanin pekerjaan lo, ke depannya bakal terus bisa lo pertahanin? Memang, itu pilihan yang lebih mudah..tapi juga bukan tanpa konsekuensi.

Ya, sekali lagi, hidup itu memang pilihan. Dan semua pilihan ada konsekuensinya.

Seperti halnya dengan pembicaraan gue dan temen gue tadi. Mengingat apa yang kita harapkan tidak selalu sesuai dengan kenyataan.. Gue jadi inget, dulu gue sering bertanya-tanya, tentang hakikat optimis/pantang menyerah, dan hubungannya dengan tawakkal.

Kayak misalnya ada orang yang ngebet banget pengen masuk Fakultas Kedokteran, tapi berkali-kali gagal. Sampe tiga kali ikut ujian, baru akhirnya masuk juga. Ada juga yang sampe berkali-kali ikut ujian tapi ga masuk-masuk juga.

Hal-hal kayak gitulah yang dulu sering bikin gue bertanya-tanya, “Gimana sih kita bisa tau kapan untuk berhenti ngejar apa yang kita pengen capai, setelah berkali-kali gagal. Apa kita harus terus mencoba, karena kesabaran dan kegigihan kita sedang diuji? Atau berhenti aja, mengubah haluan, karena mungkin memang bukan jalan kita, bukan rezeki kita di situ?”

Waktu itu, kesimpulan yang gue capai dengan temen gue adalah: “We’ll never figure it out until we’re going through it.”

Tapi sekarang, gue punya kesimpulan lain. Di saat seperti itu, kita punya pilihan. Kita bisa memilih untuk tidak berhenti berusaha sampai mendapatkannya, atau juga memilih untuk mengubah haluan, memilih alternatif lain yang bisa jadi sama baiknya atau bahkan lebih baik. We never know what lies ahead. Bisa aja kita udah mencoba tiga, empat kali, tapi setelah itu kita mengubah haluan padahal keberhasilan ada di percobaan yang kelima. Atau bisa aja kita ngotot mencoba terus sampai percobaan keseratus, padahal keberhasilan udah menunggu kita sejak awal di jalur/haluan yang lain.

Kita emang ngga pernah tau apa yang akan terjadi, tapi kita selalu bisa membuat pilihan.. dan apapun pilihan yang kita ambil, yakin saja, bahwa selama kita berusaha, Allah SWT akan menyampaikan rezeki yang terbaik. :)

Advertisements

4 thoughts on “Life = Choices

  1. bener setuju abis,,, hidup adalah pilihan
    gak mau milih gk usah hidup #heheheeee

  2. […] ternyata gue udah pernah menulis tentang pilihan loh di sini. (Baru nyadar, hahaha. Terus sekarang nulis apa dong […]

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s