Galau: An Overrated, Over-abused Word

Rasanya, lama-lama, kata “galau” makin terlalu sering dipake dan disalahgunakan deh.

Dan terkadang, rasanya berlebihan, dan lama-lama bahkan menyebalkan, saking terlalu sering dikatakan. Kadang sesuatu yang sebenernya nggak galau pun jadi terkesan galau karena ada yang berkomentar sesuatu itu galau!

Apa nggak ada istilah lain selain “galau”? Kan banyak pilihan kata lain yang bisa mendeskripsikan suatu ekspresi, misalnya sedih, sendu, haru, pilu, gundah, masygul, atau apalah itu..

Kan nggak harus “galau”?

Sejak kapan kata sifat dalam Bahasa Indonesia menjadi sebegitu sempitnya?

Saya jengah dengan kata galau.

Ya, karena saya sering dibilang galau. Sebenarnya saya juga nggak ngerti kenapa saya dibilang galau. Saya nggak merasa galau, kok.

Saya menulis. Dalam bentuk apa pun itu; posting di blog, Tumblr, kicauan di Twitter, bahkan sampai komentar di wall Facebook, dan semacamnya.. Itu pun menulis, kan?

Menulis itu mengekspresikan diri. Menyalurkan emosi. Dan perlu diketahui, yang namanya emosi itu nggak cuma negatif. Ada juga emosi positif. Dan ada juga campuran antara keduanya.

Menulis itu cuma salah satu cara untuk menyalurkannya, dan menurut saya, ini satu cara yang positif. Bolehlah menulis, asal tahu tempat dan waktunya. Bolehlah menulis, memanfaatkan media yang ada.

Dan faktanya, banyak karya-karya terbaik, tulisan-tulisan terbaik, merupakan ekspresi dari emosi pembuatnya. Entah itu emosi positif, atau emosi negatif, atau kombinasi antara keduanya.

Tapi, haruskah dikatakan “galau”?

Ketika mungkin sang penulis mencoba mengekspresikan rasa yang lain?

Bagi Anda yang sering mengucapkan kata “galau”, apakah Anda tahu apa sebenarnya arti kata “galau” itu sendiri?

ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

Itulah definisi “galau” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Lalu apakah ketika seseorang merasa sedih, sendu, pilu, ataupun haru.. lantas bisa dikatakan “galau”?

Ketika sebenarnya rasa itu sederhana, tidak kacau, dan tidak beramai-ramai?

Silakan Anda simpulkan sendiri.

Advertisements

6 thoughts on “Galau: An Overrated, Over-abused Word

  1. Saya jadi galau, komen gak yaa :( *dikeplak*

  2. sy termasuk yg suka komen dirimu galau ;)

    …sbnrnya ga ngerti jg artinya galau…hahaha…malah br tau ada artinya dlm kamus (cth org Indonesia yg ga prnh buka kamus bhs Indo).

    mgkn kr dr smua yg memuhin timeline sy cuma Dhila yg sering berkeluh kesah…jdlah diblg galau. Sy sndri belum pernah diblg galau…hehe hepi slalu c timelinenya…atau malah lg marah.

    • bahaha sering berkeluh kesah? yah krn ga ada kerjaan, jadinya sering ngetwit deh.. lagipula twitter enak buat nyampah sih, daripada lagi bete terus orang random yg kena ampasnya atau lagi sedih terus tiba2 mewek di jalan kan aneh, jadi mending twitter yg jadi sasaran *ngeles* :p mau curhat sama orang juga pada sibuk masing2, tinggal sy doang yg nganggur, jd gaenak kan gangguinnya hahaha *eh jd curcol* wkwkw

      sebenernya sih bete aja karena istilah “galau” itu kok berlebihan amat, ini-itu dikit2 dibilang galau, kok jadi aneh, kyk ga ada kosakata lain aja..udah gitu konotasinya jadi negatif bgt gitu, padahal mah arti katanya sendiri apa coba.. hahaha

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s