Berkatalah Yang Baik Atau Diam

Hello readers! (Berasa banyak yang baca)

Iya, akhirnya saya muncul lagi. Iya, kemaren-kemaren saya ngilang lagi. Iya, blog ini sekian lama terlantar lagi.

Nggak cuma dari blog ini sih, beberapa waktu ini sejujurnya gue emang ngilang dari mana-mana, hahaha. Istilah kerennya MIA (Missing In Action). *Emangnya gue abis beraksi ngapain gitu?

Anyways, akhir-akhir ini gue emang ga punya sesuatu buat ditulis sih. Eh nggak deng, sesuatu buat ditulis sih sebenernya selalu ada.. cuma gak ada sesuatu yang baik buat ditulis.

Entah sejak kapan gue jadi bener-bener berusaha buat mempraktikkan salah satu Hadits, yang bunyinya begini:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkata yang baik atau diam. Bahkan meskipun kita benar, tapi kalo gak baik, mendingan diem. Bahkan lebih baik menghindar dari perdebatan, meskipun yang kita bela itu benar.

“Aku jaminkan sebuah rumah, di surga bagian tengah-tengah, untuk mereka yang mampu menahan diri dari berdebat meskipun berada di atas kebenaran.” (HR. Abu Dawud)

Satu lagi kutipan yang masih berhubungan:

Hendaknya saudaramu mendapatkan tiga hal darimu:

  1. Apabila engkau belum bisa memberinya manfaat, janganlah sampai memberinya mudharat,
  2. Apabila engkau belum bisa memberinya bahagia, janganlah sampai memberinya duka nestapa, dan
  3. Apabila engkau belum bisa memujinya, janganlah sampai mencela dan merendahkannya”

(Yahya bin Mu’adz Ar-Razi) @ Risalah Al-Qusyairiyah, Imam Al-Qusyairi.

Jadi sebelum ngomong, pikir dulu baik apa ngga, ada manfaatnya apa ngga. Kalo ga, mending diem.

Daripada marah-marah, menggerutu, ngeluh, apalagi mengumpat dan memaki, and so on, mendingan diem.

Daripada nyusahin orang lain, nyita waktu orang lain, nambah beban orang lain, mendingan diem.

Mau sepenting apapun, se-nggak penting apapun, sebesar apapun, sekecil apapun, kalo ga bisa ngasih kebaikan buat orang lain, daripada cuma bisa komentar ga enak, mendingan diem.

Mau sesusah apapun, sebermasalah gimanapun, seancur apapun diri sendiri, kalo ga bisa ngasih kebaikan buat orang lain, daripada malah nyusahin orang lain, mendingan diem.

Sangat disayangkan sih, sekarang ini justru ada media yang memudahkan dan mendorong kita untuk berkata-kata sebebas-bebasnya; mengeluh, memaki, mengumpat, bahkan menghujat, dan sebagainya.. Ya, tau lah, Twitter dkk. Hari gini gampang banget kan, ada apa-apa dikit, ngapa-ngapain dikit ngetwit / update status dsb.. (Bukan bermaksud menggeneralisasi, tapi banyak orang begitu.. gue juga termasuk -_-)

Ga salah sih sebenernya, socmed emang banyak manfaatnya juga. Cuma ya kepikiran aja. Saking gampangnya, bisa sambil mobile, jadi kejadian apapun besar kecil sampe hal sepele pun ditwit. Bahkan udah ga pake mikir lagi buat apa, langsung ditwit aja. Dulu sebelum ada Twitter dkk, kalo ada kejadian kecil sehari-hari, kita ngapain ya? Saya sampe lupa.

Ya, gue coba lah untuk mempraktekkannya.

Karena gue ga punya kata-kata baik yang bisa disampaikan, jadi mending gue diem.

Jadi kalo gue diem (baca: ngilang dari peredaran), ada dua kemungkinan: (1) sibuk; (2) ga bisa berkata yang baik.

Yah, sekian.

Semoga gue ga salah interpretasi.

Wallahu’alam.

Advertisements

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s