Belajar Kerjasama

image

Hari ini gue ikutan kegiatannya Komunitas Jendela Jakarta, tepatnya di Perpus Manggarai. Ini partisipasi gue yang kedua kalinya, setelah kemunculan perdana gue yang singkat di Desember 2015. (Ceilah, berasa apaan gitu.)

Somehow, although I honestly don’t think I am very good with kids, ternyata anak-anak lumayan gampang nempel sama gue. Gue aja sebelumnya gak notice, at least not since anaknya Mba Yunita yang setengah bule nempel-nempel manja sama gue padahal baru pertama kali ketemu, bahkan mbaknya aja amazed itu anak bisa tau-tau nempel sama gue padahal biasanya gak seneng ketemu orang baru. Anyway, kedatangan gue yang baru kedua kalinya di Perpus Jendela tapi udah ditempelin sama bocah-bocah ini sepertinya cukup menyimpulkan bahwa kids are naturally attracted to me, sih. (Hahaha pede abeeesh, padahal siapa tau emang bocah-bocah di Manggarai ini yang pada terlalu SKSD)

Oke, jadi di siang hari Sabtu, 9 Januari 2016 yang cerah ini (lebih tepatnya sih panas terik cuy..), katanya sih agenda kegiatan Perpus Manggarai itu tentang pengenalan pentingnya bertanggungjawab. Pas gue dateng kesana, banyak wajah-wajah asing –ya iyalah asing, gue kan newcomer, masih banyak relawan yang belum gue kenal-, yang ternyata memang adalah semacam pengunjung dari LSPR (pantesan, main ke ruangan petak kecil di pinggiran Manggarai kok dandanannya heboh amat lipstikan tebel segala..).

Kayaknya mereka lagi ada semacam project gitu, dan katanya mereka bakal ngisi kegiatan di Perpus Manggarai, dan ternyata mereka yang mau ngajarin tentang pentingnya bertanggungjawab. Tapi eh tapi, ternyata tim LSPR itu baru mau mulai kegiatannya minggu depan, minggu ini cuma perkenalan tralala trilili ajah. Beberapa kakak-kakak Jendela pun kuciwa. Tapi untunglah ternyata kakak PJ hari itu, kak Rizki Kurnia, udah nyiapin kegiatan buat adek-adeknya. Taraaa~ ternyata hari itu kita membuat origami. Judul kegiatannya sih “Fabel”, karena setelah bikin origami, mereka harus bikin cerita tentang origami yang mereka buat.

Langsung deh bocah-bocah yang daritadi pada nempel sama gue; Cantika sama Echa, ngambil kertas sama petunjuk terus rusuh nanya gimana cara bikinnya. Gak lama kemudian nimbrung pula Mila, Ocha, sama Anis. Awalnya ada yang pengen bikin burung, bikin kupu-kupu, bikin leopard..tapi demi menghindari kepusingan ngurusin kebanyakan macem request tentunya gue suruh pilih salah satu aja buat dikerjain bareng-bareng, dan pilihan pun jatuh pada kupu-kupu.

Langsung deh pada rusuh nanya mesti digimanain. Gue suruh anak-anak itu ngelipet sesuai petunjuk di kertas, dan mereka itu agaknya lebih suka ditunjukin daripada nyoba-nyoba sendiri. Setelah gue contohin caranya baru deh mau kalo disuruh ngelanjutin lipetan yang sama untuk sisi lainnya. Bahkan beberapa dari mereka susah banget ketika disuruh nyoba sendiri, walaupun udah dicontohin caranya tapi tetep bilang gak bisa walaupun belum nyoba sendiri, akhirnya gue yang mesti kerjain juga deh. Habisnya kalo nggak, bocah-bocah yang lain keburu ribut minta dikasih tau langkah selanjutnya. Emang kalo berhubungan sama bocah tuh mesti sabar bangeeet yak..hahaha lumayan lah buat latian kalo nanti gue berkecimpung di dunia pendidikan dasar.

Honestly, gue belum pernah bikin origami kupu-kupu, dan petunjuk gambarnya sucked so much. Gak jelas euy. Berkali-kali gue tergoda untuk buka Youtube buat menemukan cara yang bener buat ngelipetnya, tapi gue pun mikir kalo udah ngeluarin hape, anak-anak ini gak bakalan tenang, dan gue pun mencoba untuk berusaha tanpa mengandalkan bantuan teknologi, hehe. Akhirnya beberapa improvisasi pun harus dilakukan.. yang penting hasil akhirnya keliatan kayak kupu-kupu, bukan beruang ataupun musang, wkwkwkwk. Gue sempet dua kali berimprovisasi, jadinya ada yang hasilnya keliatan beda-beda, tapi ternyata malah jadi menarik lho! Hehe.

Lucunya, walaupun sebenernya ditugasin buat bikin cerita masing-masing, anak-anak ini entah terlalu kreatif atau terlalu males buat bikin cerita sendiri-sendiri, akhirnya mereka bikin cerita bareng-bareng. Gue sih iya-in aja, biarlah mereka berkreasi bareng-bareng, daripada nggak bikin sama sekali. (Karena tahap-tahap akhir origaminya gue yang lipetin, haha. Dan juga karena beberapa kupu-kupu udah terlanjur ditempel sama si Anis di satu kertas yang sama :p)

Walaupun kakak PJ-nya awalnya keberatan, akhirnya mereka dibolehin buat “kerja kelompok”. Pas udah selesai pun, kakaknya mengakui hasilnya bagus, tapi tetep seolah nyinyir kalo tugasnya dikerjain berkelompok.

Hmm. Aneh juga ya. Ternyata kita masih skeptis terhadap yang namanya kerja kelompok. Apa pendidikan kita sudah sedemikian menstigmakan bahwa tugas itu harus dikerjakan mandiri? Padahal realitanya, di dunia kerja justru kita dituntut untuk bekerjasama dengan orang lain. Bahkan kayaknya hampir semua rekrutmen pekerjaan punya kriteria calon pegawai harus bisa kerjasama dengan tim. Tapi ternyata pola pikir yang dibentuk selama sekolah justru kita harus bisa menyelesaikan segala macam persoalan tugas-tugas dan ujian secara mandiri. Jarang banget ada yang namanya tugas ataupun ujian berkelompok. (Setidaknya di jaman saya sekolah.. entah ya kalo sekarang, mungkin terutama di sekolah swasta udah lebih banyak kerja kelompok)

It’s just funny how school, which was supposed to prepare us for the real world, does the exact opposite instead. Tanya kenapa?

Kemudian tanya, bagaimana mengubahnya?

I don’t know exactly how, yet. But I intend to, in syaa Allah.

Anyway, foto di atas adalah hasil kerja kelompok ciwi-ciwi kecil itu. Bagus juga ya? Sebetulnya hasil karya Anis, sih, karena dia yang buat gambarnya. Kayaknya anak ini cukup berbakat seni :) Sayangnya saya lupa ambil foto ceritanya, yang ditulis sama Cantika. Agak burem karena ternyata belum ter-focus.. Gak ada foto bocah-bocahnya karena habis selesai tugas pada langsung ngacir :)

Advertisements

2 thoughts on “Belajar Kerjasama

  1. When someone writes an post he/she retains the idea of a user
    in his/her brain that how a user can know it. Therefore that’s
    why this piece of writing is perfect. Thanks!

  2. […] to have a talent in attracting and dealing with kids :) I have mentioned some example in my other post; where some kids in the place I volunteered in kinda quickly get attracted to me, and a child of […]

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s