Indonesia

Aku ingin hidup normal, katanya

Perlu kau tanya kenapa?

Entah apa yang dirasa normal baginya

Tapi ia pernah berkata

Nama itu terlalu berat dipikulnya

Entah kapan ia terakhir merasa bahagia

Kusangka setelah ia menemukan kawan perjalanannya

Ia akhirnya akan bahagia

Namun ternyata terus begitu sendu hatinya

Entah mengapa

 

Mungkin aku memang bukan siapa-siapa baginya

Mungkin aku tak punya tempat lagi di sana

Tapi sungguh ku hanya ingin yang terbaik baginya

Sungguh ku selalu ingin hadir untuk dirinya

Apa yang bisa kulakukan untuknya?

Ketika ia seperti tak ingin mendengar apapun selain isi pikirannya

Bagaimana aku bisa membantunya?

Ketika ia sepertinya sudah menyerah untuk bahagia?

Jakarta, 11 September 2016.

Advertisements

Please do leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s