Thanks For Saving Me

Mungkin agak terlambat sehari, tapi gue pengen mendedikasikan tulisan ini untuk Hari Kesehatan Mental Dunia, 10 Oktober 2018.

Gue emang bukan lulusan psikologi, apalagi ahli kejiwaan. Gue hanya menuliskan ini berdasarkan pengalaman gue sendiri yang tampaknya juga sempat mengalami ketidakstabilan mental.

Gue sendiri gak yakin sih apakah yang gue alami ketika itu (atau mungkin hingga saat ini?) adalah gangguan kesehatan mental atau bukan, tapi orang lain mungkin menganggap kondisi gue memang kurang wajar atau nggak umum. Gue sendiri pun mengakui sih bahwa keadaan kayak gitu tuh nggak sehat. Tapi gue juga akhirnya belajar bahwa berpatokan pada orang lain tuh justru yang bikin mental jadi nggak stabil. (Ini nanti bisa jadi bahasan panjang tersendiri.)

Anyway, pada akhirnya gue pun menyimpulkan bahwa ternyata kesehatan mental itu memang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan itu adalah sesuatu yang nggak bisa kita anggap remeh.

Dan ya, di masyarakat kita pun masih lekat stigma negatif seputar kesehatan mental. Ini yang perlu sama-sama kita luruskan.

Continue reading “Thanks For Saving Me”

Skenario Terindah

Sejujurnya gue telah memutuskan untuk berusaha menghindari menulis dengan bahasa campur-campur, tapi gue lagi terlalu capek dan males mikir untuk nulis dalam bahasa Inggris, sedangkan dalam beberapa hal gue merasa perlu mengekspresikannya dalam bahasa Inggris karena kalo pake Bahasa Indonesia tuh kadang jatohnya “rasa” yang dihasilkan berbeda.

So, I hope you don’t mind if I mix in some English sentences once in a while.
If you mind.. ya gak usah baca aja kaleee. :D

Oh dan satu hal lagi, mengingat gue itu kalo cerita suka heboh dan detail banget, ini posting sepertinya bakal cukup panjang. Cuma mau ngasihtau aja sih, daripada sampeyan misuh-misuh karena ceritanya kepanjangan, kalo emang gak terlalu suka baca tulisan panjang, ya gak usah dilanjutin aja bacanya. Hehehe.

Jadi begini..

Sampe sekarang gue masih sering gagal paham sama cara kerja skenarionya Allah. Bener-bener deh, rencana-Nya itu super ajaib. Seringkali sama sekali gak kita prediksi. Kok ya tau-tau aja bisa begitu, di luar kebiasaan, dan lain sebagainya.

Salah satunya adalah kejadian dalam 24 jam yang lalu dari hidup gue.

Continue reading “Skenario Terindah”